CARA MENGETAHUI
SPEED SENSOR PADA MOTOR LISTRIK SEPEDA LISTRIK.
Halo E-Bikers dan pengguna Motor Listrik
(Molis)! Siapa yang biasa
menyebutkan panel dashboard di layar LCD dengan dengan istilah Speedometer!.
Tidak salah juga, meski speedometer itu merujuk pada angka yang mengukur
kecepatan . Tapi, tahukah Anda? Di balik angka yang muncul itu, ada berbagai
jenis sensor kecepatan yang bekerja.
Kemarin Admin dapat laporan “Mas speedometernya
tidak muncul, padahal kabel sudah pasang” eh ternyata Speedometer yang dia
pakai tidak support dengan speed sensor yang dipakai. Jadi Penting banget untuk
tahu jenisnya sensor, apalagi kalau Anda suka oprek atau ganti komponen!
Salah input sensor, alamat kecepatan di dashboard bisa blank
atau malah ngaco! .
1. Kawat Mekanik: Sensor "Nostalgia" (Sudah
Punah!)
Ini adalah sensor kecepatan ala motor bensin zaman old.
Model ini bisa Anda temukan di motor listrik vintage seperti Trekko
Flash, Meteor, Emoto, atau WimCycle jadul.
 |
| contoh pada EMOTO lama. |
- Cara Kerja: Kawat langsung terhubung ke roda depan. Gerakan
putaran roda menggerakkan jarum mekanik di dashboard. Simple persis seperti yang dipakai motor bensin juga.
- Kelemahan: Sudah tidak ada sparepart yang
dijual, dan tampilannya jelas kurang elegan untuk Molis kekinian. Skip
saja tidak perlu detail penjelasan, karena bisa disimpulkan sensor ini sudah almarhum.
 |
| Aneka motor listrik lama sebelum tahun 2016 |
2. Sensor Tegangan Phase Motor: Si Paling
Populer Sejuta Umat!
Model ini adalah raja di kalangan Moped dan
Molis zaman now. Praktis dan mudah diaplikasikan.
.jpg) |
| Speedometer paling umum dijumpai |
- Cara Kerja: Sensor ini mengukur tegangan (volt) dari
salah satu kabel phase motor, lalu dikonversi menjadi satuan km/jam
sesuai kalibrasi.
- Kalibrasi: Biasanya diatur via potensio (untuk
pengaturan live setting) atau melalui EEPROM setting
(misalnya, dengan nyala-matikan lampu 5X untuk masuk ke mode
kalibrasi).
 |
| cara kalirasi biasa dengan tekan tombol lampu 5X |
- Pemasangan: Seringnya plug n play ke kontroler
universal (kabel coklat tunggal). Kalau tidak ada, tinggal ambil cabang
dari salah satu kabel phase motor.
 |
| biasanya dari kontroller kabel coklat tunggal |
- Kelemahan:
- Tidak cocok untuk motor Brushed DC dengan kontroler
tipe Negatif (N Channel), karena angka speed bisa terbalik. Padahal jarang sekali ada kontroller Brushed DC dengan P channel mosfet.
- Untuk kontroler BLDC
Sinewave, pembacaan tegangan seringkali kurang akurat.
.jpg) |
| banyak sekali aneka modelnya |
 |
Posisi VR untuk kalibrasi Speed
|
 |
untuk motor tegangan 48V diatas 124km/jam, ternyata tidak bisa maks speed kalibrasinya. Karena berdasarkan voltase |
3. Sensor Hall Motor BLDC: Solusi Akurasi
Kontroler Sinewave
Ini adalah solusi yang lebih akurat dibanding
pembacaan tegangan phase, terutama jika kontroler Anda adalah tipe BLDC
Sinewave. Metode ini mengandalkan sinyal dari sensor Hall
yang sudah ada di dalam motor.
.jpg) |
| Speedometer dengan input sensor dari hall sensor |
- Cara Kerja: Modul speedometer membaca sinyal langsung
dari salah satu sensor Hall motor, yang digunakan juga untuk
mengetahui posisi rotor motor.
- Penggunaan: Umum dipakai di motor listrik dengan power
watt menengah, Kontroller Sinewave, Kontroler VOTOL, kelly KLS, dan sebagainya.
- Kelemahan:
- Proses kalibrasi
harus sangat akurat menghitung pole pair motor (jumlah
kutub magnet).
- Jika motor bukan
tipe Hub Direct Drive, rasio gear juga harus
dihitung.
- Tidak bisa live
setting seperti
kalibrasi phase motor.
 |
pada modul speedometer biasanya sudah ada 2 mode, mode input sensor dari phase ataupun mode input dari hall |
4. Pulser Magnet: Akurasi Tinggi Penghitung
Putaran Final
Mirip seperti speedometer sepeda Cat Eye
Velo, tapi sensor magnetnya sudah terpasang rapi di dalam motor. Metode ini
sangat akurat karena benar-benar menghitung putaran output final
motor.
 |
| Pulser sensor sudah terpasang di dalam motor |
- Cara Kerja: Sebuah magnet (pulser) berputar melewati
sensor, menghasilkan pulsa setiap putaran.
- Penggunaan: Populer di E-bike, khususnya motor BLDC
tipe Planetary (geared hub motor).
- Kelemahan: Input sensor biasanya melibatkan Kontroler
dan tidak bisa direct dari sensor ke speedometer.
.jpg) |
Speedometer EBike planetary biasa pakai pulser speed sensor |
5. One LINE Wire Communication (UART TX-RX)
- CATATAN: Ini adalah protokol komunikasi data,
BUKAN nama sensor. Tapi di kalangan pengguna, sering salah kaprah dikira
nama speed sensor.
.jpg) |
| Speedometer dengan One Wire komunikasi |
 |
| satu kabel tapi tidak hanya informasi speed saja |
Ini adalah metode digital di mana speed
sensor yang sebenarnya dibaca oleh Kontroler terlebih dahulu. Lalu,
Kontroler mengirimkan data kecepatan (TX data) ke dashboard
speedometer menggunakan protokol UART.
- Fitur: Sering dipakai di motor listrik yang dashboard-nya
canggih dan bisa menampilkan aneka kode Error.
- Kelemahan: Tidak bisa lintas merek antara Kontroler
dan Dashboard, dan jarang ada Kontroler universal yang mendukung
protokol data ini.
 |
| Struktur data dikirim pada One Line |
6. UART RX-TX: Dashboard Interaktif & Programable
📱
Ini adalah upgrade dari metode One Wire
dan biasa dipakai di E-bike dengan LCD display yang bisa
diprogram (Programable LCD).
.jpg) |
Dashboard LCD ebike bisa diprogram, komunikasi 2 arah. |
- Fitur: Informasi kecepatan hanyalah sebagian kecil. LCD
ini bisa menampilkan banyak data dan juga berfungsi sebagai pusat
kontrol. Anda bisa setting parameter PAS (Pedal Assist
System), Throttle, Baterai, hingga Kontroler itu
sendiri.
- Kelemahan: Biasanya, harganya cukup mahal karena
kecanggihannya.
.jpg) |
Himo, Xiaomy, lankeleisi, dll biasanya menggunakan metode ini. |
 |
Aneka LCD EBIKE dan Smart skuter listrik, biasanya adalah UART RX-TX |
 |
| wajib ada 2 kabel RX dan TX |
7. CAN BUS: Standar Industri Otomotif (Paling
Canggih!)
- CATATAN: Sama seperti UART, ini adalah nama protokol,
BUKAN nama sensor.
Ini adalah protokol komunikasi tingkat tinggi yang
dipakai di industri otomotif. Data kecepatan hanyalah sepotong kecil dari
lautan data yang dikirimkan.
 |
| Speedometer ALVA CERVO, sudah CAN BUS |
- Fitur: Dashboard LCD CAN BUS bisa menerima data
dari Kontroler, BMS (Battery Management System), VCU (Vehicle Control
Unit), MID, dan banyak sensor lainnya secara bersamaan. Tampilan
informasi di layar bisa sangat lengkap (suhu, status baterai
detail, range sisa, dsb.).
- Kelemahan: Setiap komponen (Dashboard, Kontroler, BMS,
dll.) harus berasal dari merek yang sama atau setidaknya
mendukung isi data (protokol spesifik) yang sama. Tidak bisa
lintas merek sembarangan!
 |
| memungkinkan TAmpilan Speemeter yang kompleks banyak data |
.jpg) |
| bisa tampilan di HP |
 |
| CAN bus memungkinkan untuk dibuat OBD diagnosis seperti di Mobil |
📝 Kesimpulan: Kenali Molis Anda!
Nah, sudah tahu kan? Sensor speedometer motor
listrik itu bermacam-macam. Yang paling sering Anda temui saat ini adalah Sensor
Tegangan Phase (mudah dioprek) dan Sensor Hall BLDC
(lebih akurat untuk Sinewave).
Jadi, sebelum Anda Ganti sparepart kontroller atau ingin
mengganti dashboard LCD Molis kesayangan, pastikan Anda tahu betul jenis
sensor apa yang dipakai! Jangan sampai dashboard baru atau setelah ganti kontroller baru, malah hanya
menampilkan angka 0 km/jam!
MOLIS ANDA PAKAI SPEEDOMETER APA SEKARANG?