Bikin Sendiri Ampermeter Arus Besar dengan Shunt Resistor.
Pada kendaraan listrik, voltmeter dan ampermeter
adalah dua instrumen yang selalu berdampingan. Jika sebelumnya kita telah
membahas cara membuat voltmeter mandiri dengan konsep voltage divider. DISINIARTIKELNYA, sekarang kita akan fokus pada pembuatan ampermeter arus besar
menggunakan Shunt Resistor dan bantuan Op-Amp LM358.
Prinsip Kerja dan Komponen Utama
Ampermeter arus besar yang kita buat akan mengandalkan
prinsip pengukuran beda potensial (tegangan) yang sangat kecil melintasi sebuah
Shunt Resistor yang dialiri arus beban.
![]() |
| Skema Wiring Shunt + LM358 |
1. Shunt Resistor (Sensor Arus)
Shunt Resistor wajib
dipasang pada sisi "low side" atau sisi negatif dari
rangkaian beban. Arus yang mengalir akan menghasilkan penurunan tegangan di
kedua ujung Shunt Resistor, di mana nilai ini sebanding lurus dengan arus yang
melewatinya (berdasarkan Hukum Ohm, V = I x R).
![]() |
| angka 50A 75mV , artinya bukan arus maksimal 50A saja. namun mengartikan nilai R = 0.0015 ohm |
Namun, tegangan ini sangat kecil, terutama pada Shunt
Resistor dengan resistansi rendah. Berikut adalah contoh ilustrasi hubungan
antara arus dan voltase di Shunt Resistor:
![]() |
| pada Amper sebesar 200A saja, nilai voltase V-sunt hanya 300miliVolt artinya ini sangat kecil sekali |
2. Op-Amp LM358 (Penguat Sinyal)
Agar tegangan kecil (V-shunt) ini dapat dibaca dengan
mudah dan akurat oleh microcontroller (seperti Atmega, STM32,
atau ESP), kita perlu menaikkan nilainya hingga mencapai rentang kerja
yang ideal, misalnya 0-3V. Inilah fungsi dari LM358 yang bekerja
sebagai penguat tegangan (amplifier).
![]() |
| LM358 penguat sinyal. mengubah tegangan miliVolt menjadi dinaikkan. |
![]() |
| Skema penguatan |
Pengaturan Gain (Penguatan)
Untuk menguatkan tegangan input (V-shunt) menjadi tegangan output (V-out) yang bisa dibaca oleh microcontroller, kita perlu mengatur nilai gain pada Op-Amp.
![]() |
| Skema Rangkaian |
- Resistor Feedback
(R-f): Gunakan Resistor
Feedback sebesar 100K.
- VR (Potensiometer)
Kalibrasi: Gunakan VR
100K secara seri untuk mengatur nilai Gain penguatan voltase.
VR ini juga berfungsi vital untuk keperluan kalibrasi agar
pembacaan akhir sesuai dengan arus aktual.
- Resistor Inverted
Pin (R-in): Gunakan Resistor
sebesar 10K pada inverted pin. Tidak disarankan
menggunakan VR di sini, karena bagian sisi negatif (GND) ini sangat sensitif
terhadap hambatan.
- Capacitor 100nf pada jalur Vinput dan juga 1uF pada jalur output adalah untuk noise filter.
⚠️ Catatan Penting Mengenai Sisi Negatif/GND:
Sisi negatif dari Shunt Resistor atau GND dan sisi
negatif dari LM358 harus memiliki hambatan serendah mungkin (minim terjadi
hambatan). Sedikit saja hambatan (sekian mili-Ohm) akibat kualitas kabel yang
kurang baik atau koneksi yang longgar dapat menyebabkan bias error yang
signifikan pada pembacaan data akhir. Karena Hambatan disini juga nantinya akan
terhitung bagian dari dari R-Shunt.
Konversi Data ke Nilai Amper Aktual
Setelah tegangan output (V-out) dari LM358 sudah
sesuai dengan rentang kerja microcontroller, langkah terakhir adalah
membaca data mentah (RAW) dari ADC microcontroller dan
mengembalikannya menjadi nilai Amper yang sesuai dengan kondisi nyata (realita)
menggunakan rumus konversi.
Rumus untuk mengembalikan data mentah ADC menjadi
nilai Amper adalah sebagai berikut (Kita dapat menyesuaikan dengan nilai Gain
dan resolusi ADC yang digunakan):
Di mana:
- I (AMPER) = adalah Arus Aktual (dalam Amper).
- ADC Raw = adalah data mentah RAW yang terbaca di pin Microcontroller, atau V out dari LM358.
- 5/1023 = Resolusi ADC pada microcontroler, bisa diganti dengan 3.3/4095 jika menggunakan ESP. atau diganti dengan 3.3/1023 jika menggunakan STM32
- Rf = adalah Resistor Feedback pada Vout LM358.
- Ri = adalah Resistor inverted pada Vin - LM358.
- Rshunt= adalah Nilai
Resistansi Shunt Resistor (dalam Ohm).
Versi Video, akan segera kami buatkan:

.jpg)
.jpg)

.jpg)


