Selamat Datang di website bersih tanpa iklan 👋

Bedah Skema DC Converter Motor Listrik

 Bedah Skema DC Converter Motor Listrik: 

Dari 72V/48V ke 12V, Gak Cuma Plug & Play!


Halo, Sobat MOTOR Listrik!

Zaman now, pasti sudah pada familiar dong dengan modul DC converter kecil yang sering dipasang di motor listrik? Yap, modul yang bisa menurunkan tegangan baterai 72V atau 48V menjadi 12V yang siap dipakai buat nyalain lampu, klakson, sinyal, dan aksesoris lainnya. Harganya murah meriah, tinggal colok-pasang-nyala, praktis banget.

DC conveter step down motor listrik

Tapi, buat kita-kita yang hobi utak-atik dan servis, gak seru dong cuma pakai doang tanpa tau isinya? Apa sih rahasia di balik kotak kecil itu? Yuk, kita bedah bareng-bareng!

 

Bukan Cuma MOSFET dan PWM Biasa, Ada Trio Penting Ini!

Banyak yang mengira cara kerjanya sederhana: tegangan tinggi masuk, dikocok-kocok pake MOSFET dengan sinyal PWM, jadilah tegangan rendah. Eits, tunggu dulu! Ceritanya gak sesederhana itu. Ada trio komponen kunci yang bikin semuanya stabil dan aman: MOSFET, Induktor (Coil), dan Dioda MBR. Tanpa mereka, converter ini cuma jadi kotak percikan api rawan inrush Current.

Komponen utama
 

Alur Kerja: Loop Elektronik yang Cepat Banget

Modul ini punya "konduktor" utama, yaitu IC UC3845. IC ini adalah generator PWM (Pulse Width Modulation) yang canggih. Dia bisa menghasilkan frekuensi kerja sangat tinggi, di atas 50 kHz, dengan siklus kerja (duty cycle) yang bisa diatur.

Skema jalur output DC converter.

Begini alur lengkapnya:

Si Konduktor (UC3845): IC ini memberi perintah berupa pulsa PWM ke MOSFET ( saklar ultra cepat).

IC UC3845 dan Optocoupler PC817

Si Jembatan Peredam (Induktor): Output dari MOSFET yang berupa denyut-denyut tajam ini lalu masuk ke Induktor. Induktor berperan sebagai "penyimpan energi" dan "penenang" yang meratakan denyut tersebut menjadi arus yang lebih halus.

induktor

Pertanyaan Besar: Terus, kok bisa outputnya stabil di angka 12V? Kan beban bisa berubah-ubah

Jawabannya: ada Si Pengawas (TL431A & Optocoupler): Inilah jantung dari kestabilan. Di sisi output, ada TL431A, sebuah dioda zener yang bisa diprogram (programmable shunt regulator). Dengan kombinasi dua resistor (resistor divider), TL431A ini bisa di-set untuk mengawasi tegangan persis di angka 12V.
TL431A programable



Si Pelapor (optocoupler): Jika tegangan mencoba naik di atas 12V, TL431A langsung memberi sinyal. Sinyal ini dikirim secara isolasi (terpisah secara elektrik) menuju IC3845 melalui Optocoupler PC817. Prinsipnya, informasi dikirim dengan cahaya LED di dalam komponen ini, biar aman dari gangguan tegangan tinggi.

Perintah Untuk Berhenti: IC3845 yang mendapat sinyal dari optocoupler (karena tegangan melebihi 12V) Maka akan mengurangi lebar pulsa (duty cycle) PWM-nya, yang efeknya menurunkan tegangan output. Begitu tegangan turun optocoupler mati dan IC menaikkan PWM lagi, dah gitu terus seterusnya.
Skema utama IC 3845


Loop Super Cepat: Proses "awas-ngawas-lapor-koreksi" ini terjadi berulang-ulang, sangat cepat, ratusan ribu kali per detik! Hasilnya? Tegangan output yang stabil di 12V meski tegangan input naik-turun atau beban berubah. Atau bahkan beban output juga berubah, maka drop voltase juga minim terjadi.

Loop alur kerja

 

Fakta Unik & Modifikasi Seru!

Nah, ini bagian yang seru. Skema ini ternyata bisa dimodifikasi!

  • Modifikasi Tegangan: Mau outputnya 14.8V untuk isi aki?, atau 12,6V untuk 3S lithium baterai, atau 14.4V lifepo4 4S,  Atau 5V untuk USB? Gampang! Ubah saja nilai resistor divider yang terhubung ke kaki TL431A. Dengan rumus sederhana, kamu bisa program TL431A untuk menjaga tegangan di angka yang kamu mau. Banyak tutorialnya di YouTube, salah satunya bisa kamu lihat prinsipnya di video berikut: 


  • Modifikasi Ampere: Modul biasa biasanya cuman 10A. Kalau mau nambah daya, buat nyalain lampu LED besar, Lampu dimmer besar,  atau sound system, harus gimana? Gak bisa cuma ganti MOSFET doang. Ada 3 komponen yang HARUS di-upgrade berbarengan:
    1. MOSFET: Diganti dengan spesifikasi Arus Drain (Id) dan Daya (Pd) yang lebih tinggi.
    2. Dioda MBR: Diganti dengan rating arus yang lebih besar (misal dari MBR10100 jadi MBR20100).
    3. Induktor/Coil: Ini yang sering terlupa! Kawat induktor harus diganti dengan diameter yang lebih besar agar tahan arus tinggi tanpa kepanasan (saturasi).
DC step down motor listrik power sampai 35A


Kalau mau praktis dan yakin kompatibel, kamu bisa langsung beli converter dengan amperase besar yang sudah didesain khusus. Buat yang butuh, bisa cek produknya [Link Pembelian DC Converter Amper Besar].


Simpulannya, modul DC converter itu adalah contoh indah dari kerja sama berbagai komponen elektronik. Dari IC, MOSFET, induktor, dioda, hingga optocoupler, semua bergerak dalam harmoni dan kecepatan tinggi untuk memberikan daya yang stabil untuk aksesoris kendaraan listrik kita.

Semoga artikel bedah skema yang santai ini bermanfaat, ya! Jadi lebih paham kan, di balik kesederhanaan sebuah modul murah, ada "dunia" elektronik yang seru buat dipelajari.

SEMOGA BERMANFAAT

1 Komentar

  1. mantap, Artikel enak dibaca dan dikasih gambar langsung.
    gue lebih suka yang seperti ini daripada video youtube

    BalasHapus
Lebih baru Lebih lama